wajo -Targgettuntas.com -Aktivitas Truk tambang pasir yang mondar-mandir di Desa Salotenga, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, terlihat cukup intens dalam beberapa waktu terakhir.
Kendaraan pengangkut material pasir keluar masuk dari lokasi penambangan dengan menggunakan jalur jalan desa yang sama.
Berdasarkan pantauan langsung awak media di lapangan, kondisi jalan yang dilalui truk pengangkut material terlihat dipenuhi lumpur tebal di beberapa bagian badan jalan.
Bekas jejak ban kendaraan berat tampak jelas membentuk alur di permukaan jalan, sementara sebagian area terlihat basah dan licin, sehingga membuat akses kendaraan menjadi kurang nyaman dilalui.
Pada sisi jalan juga terlihat tumpukan tanah bercampur lumpur yang terbawa keluar dari area aktivitas kendaraan.
Kondisi tersebut membuat permukaan jalan berubah menjadi lebih lembek dan berlumpur, terutama ketika turun hujan.
Truk-truk bermuatan pasir terlihat keluar masuk dari area tambang dengan membawa material menuju jalur distribusi.
Aktivitas kendaraan berat tersebut berlangsung secara bergantian dengan menggunakan jalur yang sama dari lokasi penambangan di wilayah Desa Salotenga.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa kondisi jalan sebelumnya tidak seperti yang terlihat saat ini.
“Sekarang jalannya lebih berlumpur dan bekas ban truk terlihat di badan jalan. Kalau kondisi seperti ini, kendaraan yang lewat harus lebih berhati-hati,” ujar sumber tersebut kepada awak media.
Selain kondisi jalan yang menjadi jalur operasional kendaraan pengangkut material, kegiatan tambang pasir di wilayah tersebut juga berkaitan dengan aspek izin operasi serta pengelolaan lingkungan.
Dalam ketentuan yang berlaku, kegiatan pertambangan mineral bukan logam seperti pasir memerlukan dokumen perizinan usaha serta dokumen pengelolaan lingkungan sebagai dasar operasional kegiatan.
Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat pernyataan dari pihak pengelola tambang maupun instansi terkait di Kabupaten Wajo mengenai status izin operasi tambang pasir di Desa Salotenga, Kecamatan Sabbangparu, serta pengelolaan dampak lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas penambangan tersebut, Rabu (11/3).
(Sdrmn)






































