Soppeng,- Targettuntas.com – Proyek pembangunan jembatan bernilai miliaran rupiah di Desa Kessing, Kecamatan Donri Donri, Kabupaten Soppeng, menuai sorotan tajam. Pasalnya, selain diduga menggunakan material yang tidak sesuai spesifikasi, proyek tersebut juga terpantau tanpa papan informasi resmi sebagaimana mestinya.
Pantauan langsung awak media di lokasi kegiatan pada Senin (27/10/2025) memperlihatkan tumpukan material yang diduga kuat berasal dari sumber ilegal. Batu yang digunakan tampak tak memenuhi standar mutu sebagaimana proyek pemerintah sekelas itu.
Lebih parah lagi, tak ada satu pun papan proyek yang menandakan sumber anggaran, besaran dana, ataupun pelaksana kegiatan. Padahal, transparansi informasi publik adalah kewajiban sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Upaya konfirmasi pun dilakukan kepada pihak pelaksana. Namun, Fadli, yang disebut sebagai penanggung jawab kegiatan, justru memilih bungkam. Panggilan dan pesan WhatsApp dari awak media tidak direspons sama sekali.
Sikap tertutup ini semakin mempertebal dugaan adanya hal yang tidak beres dalam pelaksanaan proyek tersebut.Sejumlah warga pun ikut angkat bicara. Mereka menilai proyek tersebut berjalan tanpa pengawasan ketat dan terkesan “dibiarkan” tanpa kejelasan.“Kalau tidak ada papan proyek, bagaimana kami bisa tahu anggarannya dari mana dan siapa yang kerjakan? Ini proyek rakyat, bukan proyek misteri,” ujar” Labaco” nama samaran, dengan nada kesal.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang, termasuk APH dan Dinas terkait, segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Sebab, jika benar proyek itu menggunakan material ilegal dan menyalahi aturan, maka hal itu bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengancam keselamatan warga yang akan menggunakan jembatan tersebut di masa mendatang.
Ketiadaan papan informasi, dugaan penggunaan material ilegal, serta sikap tertutup pelaksana proyek menambah daftar panjang lemahnya pengawasan terhadap proyek-proyek bersumber dari uang rakyat di Kabupaten Soppeng.
(Sudirman)






