Proyek Rp 243 Miliar di Soppeng Diduga Gunakan BBM Subsidi, Masyarakat Pertanyakan Pengawasan

Uncategorized725 Dilihat

Targettuntas.com -Soppeng- Sulsel,- Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Sulsel 1 di Kabupaten Soppeng yang menelan anggaran fantastis lebih dari Rp 243 miliar dari APBN 2025–2026 kini menjadi sorotan tajam . Proyek berskala nasional tersebut diduga kuat menggunakan BBM bersubsidi, sebuah praktik yang berpotensi melanggar aturan dan mencederai rasa keadilan masyarakat.

Dugaan tersebut menguat setelah media melakukan pemantauan langsung di lokasi proyek. Dari hasil pantauan, BBM untuk operasional alat berat disebut-sebut didatangkan menggunakan jerigen berisi solar, metode yang kerap dikaitkan dengan distribusi BBM subsidi.

Salah seorang sumber di lokasi proyek mengungkapkan bahwa solar memang masuk ke area proyek menggunakan jerigen, namun ia mengaku tidak mengetahui asal-usul maupun pihak yang memasok BBM tersebut.
“Iya, solar yang masuk hanya menggunakan jerigen. Tapi saya tidak tahu itu dari mana dan siapa yang memasukkan BBM tersebut,” ungkap sumber tersebut.

Ironi di Tengah Anggaran Ratusan Miliar
Sejumlah pihak menilai dugaan penggunaan BBM subsidi pada proyek bernilai ratusan miliar rupiah merupakan ironi besar dan bentuk ketidakadilan, mengingat BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kecil, nelayan, petani, dan pelaku usaha mikro.

Penggunaan BBM subsidi oleh proyek besar yang dibiayai negara dinilai tidak hanya melanggar etika, tetapi juga berpotensi melanggar hukum serta mencerminkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

“Jika benar proyek APBN ratusan miliar menggunakan BBM subsidi, ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tapi sudah masuk ranah penyalahgunaan fasilitas negara. Aparat penegak hukum dan instansi pengawas wajib turun tangan,” tegas salah satu sumber.

Desakan Audit dan Investigasi
Publik kini mendesak agar pihak-pihak berwenang seperti Inspektorat, BPK, aparat penegak hukum, serta Pertamina dan BPH Migas segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap penggunaan BBM di proyek tersebut.

Masyarakat menilai, jika dugaan ini dibiarkan tanpa tindakan, maka akan menimbulkan preseden buruk, seolah proyek besar kebal hukum dan bebas memanfaatkan hak rakyat kecil.

Diketahui, proyek Sekolah Rakyat Sulsel 1 di Soppeng menelan anggaran sebesar Rp 243.400.745.638,00 dari APBN. Dengan nilai sebesar itu, semestinya seluruh kebutuhan operasional, termasuk BBM, menggunakan BBM nonsubsidi sesuai aturan.

Jika dugaan ini terbukti benar, maka hal tersebut berpotensi menjadi skandal pengelolaan proyek negara, sekaligus mencoreng komitmen pemerintah dalam menjaga subsidi agar tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek dan instansi terkait belum di mintai keterangan resmi atas dugaan penggunaan BBM subsidi tersebut.

(Sdrmn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *